Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Indonesia Juara AFF U-19


Kerinduan
akan gelar juara tim nasional Indonesia akhirnya terobati. Indonesia berhasil menjuarai AFF U-19 setelah menumbangkan Vietnam 7-6 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (22/9). Kemenangan Garuda Jaya harus ditentukan lewat adu penalti, karena selama 2 x 45 menit plus 30 menit ekstra time, kedua tim tidak mampu mencetak gol.

Ilham Udin menjadi penentu kemenangan Indonesia. Eksekusi penalti kaki kirinya tidak mampu dihentikan oleh kiper Vietnam Le Van Truong. Sebelumnya, Evan Dimas dan Zulfiandi gagal menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor. Sementara dari Vietnam, tiga algojo juga gagal menjaringkan gol.

Ini menjadi gelar perdana Timnas U-19 sepanjang sejarah keikutsertaannya di AFF. Bukan hanya itu, prestasi tim senior yang ditunggu-tunggu juga tak kunjung tercipta. Tidak salah, jika keberhasilan tim asuhan Indra Sjafri tersebut mendapat sambutan luar biasa dari seluruh rakyat Indonesia.

Perjuangan anak-anak muda Indonesia malam tadi sangat berat. Meski bertindak sebagai tuan rumah dan didukung penuh publik Sidoarjo, permainan Indonesia terlihat kurang terorganisir. Salah umpan dan longgarnya pertahanan sering dimanfaatkan Vietnam menyerang balik. Sementara Vietnam lebih terorganisir dan beberapa kali mampu merepotkan pertahanan Indonesia.

Di menit 27 Ravi Murdianto menggagalkan tembakan pemain Vietnam dari jarak dekat. Mendapat bola di sisi kanan pertahanan, Nguyen Van Toang melepaskan sepakan keras tapi Ravi dengan sigap menepis bola itu.

Buruknya pertahanan Indonesia membuat Nguyen Chong Puong di menit 36 dengan mudah menguasai bola di sisi kiri dan melepaskan tembakan ke tiang dekat gawang. Ravi dengan sigap menepis bola tersebut.

Indonesia juga mendapat peluang lewat Evan Dimas. Sayang bola terlalu deras dan lebih cepat digapai kiper Vietnam. Hingga turun minum skor tetap imbang tanpa gol.

Dua menit setelah restart Indonesia mendapat peluang, sayang tembakan Ilham Udin masih lemah dan tepat di pelukan kiper Vietnam. Di menit 50 Ravi kembali melakukan penyelamatan gemilang ketika meninju bola sepakan bebas Chong Puong. Tujuh menit kemudian Vietnam kembali mendapat dua peluang beruntun tapi lagi-lagi mentah di tangan Ravi.

Pada menit 68 Maldini melakukan akselerasi di sisi kanan dan memasuki kotak penalti sebelum melepaskan umpan tarik ke depan gawang. Ilham Udin sayangnya tak bisa menggapai dan bola langsung diamankan Le Van Truong.

Indonesia mendapat peluang di menit 77 lagi-lagi gagal membuahkan gol setelah bola ditepis Van Truong. Begitu pula di menit 80 dari tembakan bebas Hendra Sadi yang mana bola masih melayang di atas mistar.

Di menit 84 pemain Vietnam mendapat bola di kotak penalti tapi sepakannya masih menyamping tipis di sisi kanan gawang. Skor 0-0 bertahan hingga 90 menit laga dan dilanjutkan ke perpanjang waktu 2x15 menit.

Di babak pertama perpanjangan waktu, Indonesia mendapat peluang di menit 100 dari tembakan voli Evan Dimas dari luar kotak penalti, tapi bola masih tepat di tangkapan kiper Vietnam. Vietnam nyaris membobol gawang Indonesia di menit 114 memanfaatkan kelengahan di pertahanan tuan rumah. Beruntung bola yang mengarah ke gawang mampu dihadang bek Indonesia.

Di menit 116 tembakan Maldini masih tepat di tangkapan Van Truong. Begitu pula di menit 118 saat Dimas Drajad mendapatkan bola di kotak penalti namun dengan cepat bek Vietnam memotong bola tersebut. Skor 0-0 dan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Sudah Siap Penalti
Indonesia tampaknya memang sudah punya firsat akan adanya adu penalti. Itu terlihat dari persiapan yang dilakukan. Indra Sjafri sengaja menyiapkan algojo penalti satu hari jelang laga final.

''Ya seperti yang masyarakat saksikan semua. Dalam setiap kali latihan kami selalu mengambil waktu untuk melatih tendangan mereka,'' kata Pelatih Indonesia Indra Sjafri.

Waktu yang diambil yakni beberapa saat sebelum berakhirnya latihan. Semua pemain pun berkesempatan melakukan tendangan penalti, termasuk mereka yang selama ini memanaskan bangku cadangan.

Indra menjelaskan bahwa latihan ini sudah menjadi kebiasaan dan memang harus dipersiapkan jauh hari. ''Tak sekali ini saja kami melakukan latihan adu penalti,'' lanjutnya. Sementara itu, Hansamu Yama Pranata, bek tangguh Garuda Jaya menjelaskan bahwa timnya memang terus melakukan latihan tendangan penalti.

''Saya rasa semua pemain punya kesempatan untuk menjadi algojo. Tinggal nanti yang siap secara mental saja mungkin yang akan ditunjuk pelatih,'' ujarnya.***/int

Kamis, 15 Agustus 2013

Gol Pertama Greg untuk Indonesia


Greg Nwokolo mencetak gol pertamanya untuk Indonesia saat mengalahkan Filipina 2-0 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (14/8). Satu gol Indonesia lagi dicetak M Roby.

Greg Nwokolo yang kelahiran Nigeria 3 Januari 1986 ini baru bisa mencetak gol untuk Tim Nasional Indonesia setelah memutuskan menjadi warga negera Indonesia  10 Oktober 2011 lalu. Greg mencetak gol berkat umpan matang dari sesama pemain naturalisasi, Stefano Llylipali.***

Minggu, 11 Agustus 2013

Indonesia Rebut Dua Gelar Juara Dunia

 Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir


                                               Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan

Duta-duta bulutangkis Indonesia membuat seluruh warga negara bangga. Dari Guangzhou, Cina, Hendra Setiawan dan kawan-kawan berhasil membawa pulang dua gelar juara pada Kejuaraan Dunia 2013 lewat ganda campuran dan ganda putra di Tianhe Indoor Stadium, Ahad (11/8).

Gelar pertama dipersembahkan ganda campuran terbaik tanah air, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, lalu disusul gelar persembahan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Tontowi/Liliyana memastikan gelar juara dengan menumbangkan andalan tuan rumah Cina, Xu Chen/Ma Jin 21-13, 16-21, dan 22-20. Padahal Xu Chen/Ma Jin merupakan unggulan pertama dalam kejuaraan ini.

Ini menjadi gelar juara dunia yang pertama bagi Tontowi, sedangkan untuk Liliyana merupakan yang kali ketiga. Sebelumnya Liliyana sudah meraihnya pada 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto.

Ganda putra Indonesia yang baru dipasangkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
meraih gelar juara dunia dengan mengalahkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen. Ahsan/Hendra yang menempati unggul keenam hanya perlu 33 menit untuk menumbangkan Boe/Mogensen.

Sebelumnya, pasangan Idonesia ini sudah menjuarai Malaysia Open Djarum Indonesia Open Superseries Premier, dan Singapura Open Superseries.

Tahun 2013 ini menjadi edisi ke-20 Kejuaraan Bulutangkis Dunia sejak digulirkan 1977 lalu. Dari 20 pelaksanaan, Indonesia sudah mengantongi 20 gelar. Cina masih menempati urutan teratas 55 gelar. Di tempat ketiga ada Denmark dengan 10 gelar, diikuti Korea Selatan 9 gelar.***

Daftar Juara Dunia dari Indonesia

Tahun    Nama Pemain                                 Nomor
1977     Tjun Tjun/Johan Wahyudi               Ganda Putra
1980     Rudy Hartono                                Tunggal Putra
             Verawaty Fajrin                              Tunggal Putri
             Christian Hadinata/Ade Chandra    Ganda Putra
             Christian Hadinata/Imelda Wiguna  Ganda Campuran
1983     Icuk Sugiarto                                 Tunggal Putra
1993     Joko Surprianto                             Tunggal Putra
             Susi Susanti                                   Tunggal Putri
             Ricky Subagja/Rudy Gunawan       Ganda Putra
1995     Heryanto Arbi                                Tunggal Putra
             Ricky Subagja/Rexy Mainaky        Ganda Putra
1997     Candra Wijaya/Sigit Budiarto         Ganda Putra
2001     Hendrawan                                    Tunggal Putra
             Tony Gunawan/Halim Haryanto      Ganda Putra
2005     Taufik Hidayat                                Tunggal Putra
             Nova Widianto/Liliyana Natsir        Ganda Campuran
2007     Markis Kido/Hendra Setiawan       Ganda Putra
             Nova Widianto/Liliyana Natsir        Ganda Campuran
2013     Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan   Ganda Putra
             Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir        Ganda Campuran

Jumat, 26 Juli 2013

Indonesia Kalah 1-8 dari Chelsea




Indonesia kembali mencatatkan kekalahan besar dalam dunia sepakbola. Kali ini dialami tim Garuda yang tergabung dengan nama BNI Indonesia All Star saat melawan klub Liga Inggris Chelsea di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (25/7). Tidak tanggung-tanggung gawan Indonesia yang dijaga Kurnia Meiga kebobolan delapan gol dan hanya bisa mencetak satu gol balasan.

Delapan gol Chelsea yang bersarang ke gawang Indonesia masing-masing dicetak Eden Hazard lewat eksekusi penalti, Ramires (dua gol), Denba Ba, John Terry, Bertrand Traore, Romelu Lukaku (dua gol). Sedangkan gol Indonesia tercipta lewat gol bunuh diri bek Chelsea Tomas Kalas.

Ini menjadi kekalahan terbesar dalam rangkaian uji coba Indonesia dengan tim-tim Liga Inggris. Sebelumnya, Indonesia telah menderita kekalahan besar 0-7 dari Arsenal, dan 0-2 dari Liverpool.

Sebelumnya, Tim Indonesia juga sudah menderita kekalahan 0-3 dari Timnas Belanda yang sengaja datang beruji coba di Jakarta.

Tapi rangkaian kekalahan telak tersebut belum sebanding dengan kekalahan memalukan saat dibantai Bahrain 0-10. Selain skornya memang paling besar, laga ini juga dalam pertandingan resmi, yakni kualifikasi Piala Dunia 2014.***


Susunan Pemain Lawan Chelsea
BNI Indonesia All Stars: Kurnia Meiga/Aji Saka (85), Muhamad Roby/Hasim Kipuw (45), Hamka Hamzah, Victor Nwokolo, Raphael MaitimoSeftia Hadi (80); Rizky Pellu/Rasyid Assari Bakri (70), Ahmad Bustomi/Hendra Adi Bayauw (79); Andik Vermansyah/Bayu Gatra (45), Syamsir Alam/Egi Melgiansyah (59), Ferdinand Sinaga/Titus Bonray (45); Greg Nwokolo/Agung Supriyanto (85).

Chelsea: Blackman/Schwarzer (45); Wallace/Ivanovic (45), Cahill, Terry/Kalas (45), Bertrand/ Ashley Cole (45); Ramires/Feruz (59), Chalobah/Essien (45), Van Ginkel/McEachran (59); Moses/Traore (45), Denba Ba/Lukaku (45), Eden Hazard/Piazon (59).

Minggu, 21 Juli 2013

22 Pemain Disiapkan Lawan Chelsea



Indonesia telah memanggil 22 pemain untuk menghadapi Chelsea dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (25/7). Rahmad Darmawan yang diberi kepercayaan melatih tim Indonesia akan menggelar beberapa kali latihan sebelum pertandingan.

Berbeda dengan pertandingan persahabatan sebelumnya, menghadapi Belanda, Arsenal, dan Liverpool. Kali ini Indonesia akan diperkuat gabungan pemain tim nasional senior dan U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games.***

Pemain yang Disiapkan:

1.Kurnia Meiga (Arema Cronus)
2.Hasim Kipuw (Arema)
3.Rizki Ahmad Pellu (PBR)
4.Bayu Gatra (Persisam)
5.Egi Melgiansyah (Arema Cronus)
6.Rasyid Bakri (PSM)
7.Andik Vermansah (Persebaya IPL)
8.Hendra Bayauw (Semen Padang)
9.Syamsir Alam (DC United)
10.Agung Supriyanto (Persijap)
11.Seftia Hadi (Mitra Kukar)
12.M.Roby (Persisam)
13.Victor Igbonefo (Arema Cronus)
14.Raphael Maitimo (Mitra Kukar)
15.Ruben Sanadi (Persipura)
16.Ahmad Bustomi (Mitra Kukar)
17.Ferdinand Sinaga (Persisam)
18.Titus Bonai (Semen Padang)
19.Ajisaka (PSS Sleman)
20.Purwaka Yudhi (Arema Cronus)
21.Hamka Hamzah (Mitra Kukar)
22.Greg Nwakolo (Arema Cronus)

Liverpool Kalahkan Indonesia 2-0


Janji Liverpool menampilkan permainan menarik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta terbukti. Steven Gerrard dan kawan-kawan berhasil memuaskan sekitar 70 ribu pendukungnya yang menyaksikan laga melawan Indonesia XI, Sabtu (20/7).

Walapun hanya mampu mencetak dua gol ke gawang Indonesia XI dari kaki Philippe Coutinho pada menit ke-10 dan Raheem Sterling pada menit ke-87, Liverpool terlihat bermain serius. Mereka membuktikan dengan permainan cepat dan pressure ketat yang telah dijalankan dari menit awal. Pressing itu pula yang akhirnya membuat pemain Indonesia sehingga gol pertama tercipta.

Pada babak kedua, Liverpool melakukan perubahan besar dengan mengganti delapan pemainnnya untuk menghindari kelelahan dan cedera. Hasilnya, permainan Liverpool terlihat lebih cepat dan berhasil mengeksplorasi keunggulan di sisi sayap mereka, dengan gaya khas liga Inggris. Alhasil gol kedua pun tercipta.
Hasil ini menurut pelatih Liverpool Brendan Rodgers memang tak sebesar gol yang diciptakan Arsenal. Tapi, dia melihat ada perubahan di tim Indonesia yang bermain lebih bagus dan mau bekerja ekstra keras untuk menutup ruang pemain-pemainnya.

’’Indonesia bermain bagus. Tim kami juga bermain bagus, setlah berlatih kembali, anak-anak mampu bermain lebih simple dan membuat beberapa peluang yang memang tidak semuanya menjadi gol,’’ ujarnya.

Rodgers menyebut bahwa bintang permainan tim Indonesia bukanlah merujuk kepada personal. ’’Bintang tim kalian adalah tim (itu sendiri),’’ tambahnya.

Selain pertandingan, Rodgers juga memberikan apresiasi terhadap dukungan keluarga besar Liverpool yang telah datang ke stadion. Dia merasa bahwa dukungan dan nyanyian membuat dia merasa seperti saat bertanding di rumah.

’’Negara ini indah, tidak akan saya lupakan bagaimana dukungan fans Liverpool di sini. Akhirnya saya bisa mendengarkan sorakan-sorakan orang Indonesia, terima kasih,’’ katanya.***

Susunan Pemain
Indonesia XI:
Kurnia Meiga; Ruben Sanadi, Victor Igbonefo, M Roby/Ferdinand Sinaga (71), Hasim Kipuw/Yustinus Pae (77); Raphael Maitimo, Ahmad Bustomi/Achmad Jufrianto (83); M Taufiq, Vendry Mofu/Rizky Pellu (64), Titus Bonai; Sergio van Dijk/Boaz Salossa (55).

Liverpool:
Simon Mignolet/Brad Jones (64); Glen Johnson/Martin Kelly (64), Kolo Toure/Martin Skrtel (64), Daniel Agger/Wisdon (64), Jose Enrique/Jack Robinson (46); Lucas Leiva/Jordan Henderson (64), Steven Gerrard/Joe Allen (46); Stewart Downing/Ibe (64), Philippe Coutinho/Raheem Sterling 64), Luis Alberto/Assaidi (64); Iago Aspas/Fabio Borini (64).

Minggu, 14 Juli 2013

Arsenal Tumbangkan Indonesia 7-0



Pemain yang tergabung dalam Indonesia Dream Team benar-benar tak berdaya menghadapi gempuran serdadu Arsenal. Tim Indonesia takluk dengan skor super telak, 0-7 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad (14/7) malam WIB.

Kemenangan besar tersebut, juga sekaligus sebagai bukti keseriusan Arsenal walaupun hanya dalam uji coba. Tim asuhan Arsene Wenger terus menggempur pertahanan Indonesia Dream Team sejak awal pertandingan.

Theo Walcott membuka keunggulan Arsenal menit ke-19. Chuba Akpom menambah kemenangan Arsenal di awal babak kedua. Olivier Giroud menambah dua gol lagi di pertengahan babak kedua untuk mengubah skor menjadi 4-0. Tujuh menit sebelum pertandingan berakhir, Lukas Podolski mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan jadi 5-0. Dua gol terakhir Arsenal dilesakkan pemain muda, Kris Olsson dan Thomas Eisfeld masing-masing di menit 85 dan 86.***

Susunan Pemain
Indonesia Dream Team: 1-Kurnia Meiga, 2-Ruben Sanadi, 5-Victor Igbonefo, 7-Boaz Solossa (c), 8-Raphael Maitimo, 9-Sergio van Dijk/Titus Bonai (56), 13-Ian Luis Kabes/Verdy Mofu (58), 14-Imanuel Wanggai/Tony Sucipto (67), 15-Ahmad Jufrianto/Rizky Pellu (38), 16-M Roby, 19-Hasim Kipuw.

Arsenal: 21-Lukasz Fabianski/Martinez (68), 4-Per Mertesacker/Koscielny (46 ), 8-Mikel Arteta/Zelalem (46), 14-Theo Walcott/Eisfeld (46), 15-Alex Oxlade-Chamberlain/Olsson (46), 16-Aaron Ramsey/Rosicky (68), 20-Ignasi Miquel, 25-Carl Jenkinson/Sagna (68), 28-Kieran Gibbs/Chuks Aneke (46), 30-Serge Gnabry/Podolski (68), 32-Chuba Akpom/Giroud (68).

Indonesia Ditaklukkan Singapura 0-1


Tim Nasional sepakbola SEA Games Indonesia tampaknya masih harus mengasah kemampuan. Tim yang dipersiapkan mengikuti SEA Games 2013 Myanmar ini belum padu seperti yang diharapkan.

Ya, dalam laga uji coba dengan Timnas U-23 Singapura, Sabtu (13/7) di Stadion Jalan Besar, Singapura, Andik Vermasnyah dan kawan-kawan takluk 0-1. Finisihing di ujung tombak menjadi pekerjaan rumah bagi Rahmad.

Kedua tim bermain cukup imbang di awal pertandingan. Sama-sama bermain cepat, para pemain Singapura justru lebih dominan. Tekanan pemain tim berjuluk Young Lions itu membuahkan hasil. Syahrizal melanggar Shahfiq Ghani yang lolos jebakan offside. Wasit menunjuk titik putih sebagai hukuman buat Garuda Muda. Shahfiq dengan gampang memperdaya kiper Andritany Ardhiyasa.

Permainan Garuda Muda baru berkembang di babak kedua. Andik Vermansyah beberapa kali membuka ruang buat rekan-rekannya. Sejumlah peluang yang diciptakan gagal dikonversi menjadi gol. Kerjasama apik dari Ferinando Pahabol, Bayu Gatra, dan Andik mampu mengimbangi permainan disiplin Singapura.

Namun, hingga peluit akhir berbunyi Merah Putih tetap tak mampu mencetak gol. Skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Singapura. Rahmad mengakui timnya belum kompak. Mereka tak berdaya saat ditekan hingga melakukan kesalahan yang tidak perlu.***

Jumat, 12 Juli 2013

Arsenal Bawa 24 Pemain ke Indonesia


Arsenal menepati janjinya membawa skuad terbaik ke Indonesia. Sebanyak 24 pemain disiapkan Arsene wenger untuk menghadapi All Star Indonesia dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad (14/7).

Sayang dari 24 nama tersebut tidak tercantum nama-nama seperti Gervinho, Santi Cazorla, Nacho Monreal, Yaya Sanogo, dan Thomas Vermaelen. Namun publik sepakbola Indonesia masih bisa melihat penampilan pemain top dunia lainnya seperti Theo Walcott, Jack Wilshere, Lukas Podolski, Aaron Ramsey, dan lain sebagainya.***

24 Pemain Arsenal:
1. Mikel Arteta
2. Lukasz Fabianski
3. Kieran Gibbs
4. Olivier Giroud
5. Carl Jenkinson
6. Laurent Koscielny
7. Per Mertesacker
8. Ignasi Miquel
9. Ryo
10. Alex Oxlade-Chamberlain
11. Lukas Podolski
12. Aaron Ramsey
13. Tomas Rosicky
14. Bacary Sagna
15. Wojciech Szczesny
16. Theo Walcott
17. Jack Wilshere
18. Serge Gnabry
19. Damian Martinez
20. Kris Olsson
21. Chuba Akpom
22. Thomas Eisfeld
23. Chuks Aneke
24. Gedion Zelalem

Selasa, 02 Juli 2013

ISG Pindah Lagi ke Palembang


Menteri Pemuda dan Olahraga tampaknya tidak punya pendirian teguh. Setelah memutuskan secara sepihak pemindahan tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG) III dari Riau ke Jakarta, Selasa (27/7) Menpora Roy Suryo kembali mengambil keputusan membingungkan. Bersama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menpora Roy Suryo tiba-tiba mengumumkan ISG dipindahkan ke Palembang, 22 September sampai 1 Oktober 2013.

''Pelaksanaan ISG diputuskan di Palembang Sumatera Selatan. Sebuah provinsi yang secara teknis sudah siap melaksanakan,'' kata Agung Laksono.

Salah satu pertimbangan menunjuk Palembang sebagai tuan rumah karena pemerintah mendorong iven internasional tidak hanya dilaksanakan di Jakarta.

''Di masa yang akan datang iven dari sektor manapun, termasuk juga olahraga bisa diselenggarakan di daerah. Semangatnya sesuai dengan otonomi daerah,'' ungkapnya.

Agung mengungkapan, jika dilihat dari sumber daya yang dimiliki daerah punya kemampuan untuk menggelar iven internasional. ''Maka kami semua sepakat melaksanakan ISG pada 22 September hingga 1 Oktober diselenggarakan di Palembang Sumsel,'' kata Agung.

Sementara itu Menpora Roy Suryo mengatakan, Jakarta awalnya memang akan ditunjuk sebagai tuan rumah ISG. Namun ternyata setelah dinilai, Jakarta belum siap menggelar tiga cabang olahraga yang dipertandingan pada iven olahraga negara-negara Islam tersebut.

''Ada tiga cabang olahraga yang mengalami kendala hampir sama dengan di Pekanbaru. Kalau dipaksakan di Jakarta, tidak mencukupi waktunya. Karena itu akhirnya kami putuskan pindah ke Palembang,'' kata Roy.(int/***)

Minggu, 23 Juni 2013

Tiga Gelar dari Singapura


Pebulutangkis Indonesia berjaya di Singapura Terbuka 2013. Tim Merah Putih berhasil menggondol tiga gelar dari kejuaraan Superseries tersebut.

 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melengkapi pesta Indonesia. Keduanya sukses merebut gelar juara di nomor ganda putra usai menumbangkan wakil Korea Selatan sekaligus peringkat pertama dunia, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dua set langsung 21-15 dan 21-18 di Singapore Indoor Stadium, Ahad (23/6).

 Sebelumnya, Indonesia sudah memastikan gelar lewat tunggal putra Tommy Sugiarto dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

 Gelar ini juga menjadi rentetan hasil bagus yang dicatat Ahsan/Hendra. Sebelumnya, ganda putra andalan Indonesia ini meraih gelar juara di Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2013. Lawan yang dihadapi juga sama.

 ''Kami memang ingin tampil habis-habisan di kejuaraan ini. Kami bisa mengalahkan lawan yang sama dan berstatus sebagai peringkat pertama dunia. Ini sangat menyenangkan,'' ujar Hendra Setiawan.

  Satu gelar Indonesia lainnya dipersembahkan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Owi/Butet, panggilan akrab keduanya sukses mengalahkan wakil Korsel, Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won dua set langsung 21-12 dan 21-12.***

Jumat, 21 Juni 2013

Lindaweni Tumpuan Masa Depan Tunggal Putri




Lindaweni Fanetri menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putri. Wanita kelahiran Jakarta, 18 Januari 1989 ini juga menempati unggulan pertama tanah air. Sayang penampilannya selalu tersandung oleh kibasan raket tunggal putri Cina yang masih merajai dunia bulutangkis.

  Di usianya yang memasuki ke-24, Lindaweni mengalahkan beberapa pemain top dunia, seperti peraih medali emas Olimpiade 2012 Cina, Li Xuerui di Bitburger Terbuka.

  Ke depan, seiring dengan bertambahnya pengalaman prestasi Lindaweni semakin meningkat dan mengembalikan kejayaan tunggal putri Indonesia seperti masa Susi Susanti. Semoga bisa.***

Profil dan Prestasi
Nama                                 : Lindaweni Fanetri
Tempat dan Tanggal Lahir   : Jakarta, 18 Januari 1990
Tinggi Badan                       : 162 cm
Berat Badan                        : 54 kg
Klub                                    : Bina Bangsa
Ranking Tertinggi                  : 30 (24 Maret 2011)

Prestasi
2009  : Masuk perempatfinal Yonex-Sunrise Vietnam Open GP 2009
2010  : Semifinal India Grand Prix Gold 2010, perempatfinal Bitburger Open 2010
2011 : Perempatfinal Proton Malaysia Terbuka 2011, perempatfinal Wilson Swiss Terbuka 2011,    
          perempatfinal Yonex Chinese Taipei Open
2012 : Perempatfinal Yonex Jerman Terbuka 2012

Rabu, 19 Juni 2013

Radja Nainggolan Bobol Gawang Indonesia


Pemain Serie A Italia keturunan Indonesia, Radja Nainggolan mampu membobol gawang Indonesia pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (19/6). Gol itu menjadi penentu kemenangan Jakarta All Star atas Indonesia U-23.

  Meski tidak dalam kondisi fit 100 persen, Nainggolan bisa menghibur penonton. Ia juga mengaku menikmati pertandingan, sampai-sampai pemain Cagliari ini tidak sadar telah mengalami cedera. Ia baru merasa kesakitan saat mengikuti jumpa pers setelah pertandingan. Nainggolan bahkan harus mendapat perawatan dari fisioterapis tim Jakarta All-Stars, Matias Ibo.

 ''Tadi saya sarankan untuk beristirahat, tapi ia mengatakan tetap ingin ikut jumpa pers untuk menghormati sepakbola Indonesia,'' kata pelatih Jakarta All-Star, Danurwindo, pada sesi konferensi pers.
 Danurwindo mengatakan, kondisi Nainggolan memang belum 100 persen fit. Selain itu, Nainggolan juga jetlag setelah perjalanan jauh dari Eropa.

 ''Kondisinya hanya sampai 60 persen. Dia bangga sekali bisa main di GBK walaupun penonton tidak terlalu banyak,'' tambah Danurwindo.

 Radja Nainggolan menyatakan sangat menikmati bermain di SUGBK yang merupakan stadion nasional Indonesia. Hal itulah yang membuatnya bersedia bermain selama 90 menit.

 ''Saya menikmati bermain di sini. Kemarin latihan dan hari ini (19/6) bermain, Ini pertama kalinya saya di sini makanya saya sangat menikmati pertandingan,'' tuturnya.***

Minggu, 09 Juni 2013

Indonesia vs Belanda

Gelandang Tim Nasional Belanda, Wesley Sneijder mencoba menendang bola meski dikawal bek Indonesia M Roby dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (7/6).

Jumat, 07 Juni 2013

Indonesia Kalah 0-3 dari Belanda


Puluhan ribu pendukung Indonesia memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (7/6). Mereka datang untuk menyaksikan pertandingan persahabatan Indonesia melawan Belanda yang berakhir dengan kemenangan Oranje 3-0.

Tiga gol kemenangan Belanda semua terciptak di babak kedua. Gol pertama dicetak Siem de Jong menit ke-57. Siem de Jong menggandakan keunggulan negeranya menit ke-67. Satu gol lainnya diciptakan dan Arjen Robben menit ke-89.

Di babak pertama, Belanda menguasai penuh jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan Indonesia, khususnya lewat dua sisi sayap memanfaatkan kecepatan Ruben Schaken dan Jeremain Lens, namun masih sulit menembus pertahanan Indonesia.

Belanda memasukkan Robben dan menarik Lens pada menit ke-14. Masuknya Robben membuat serangan mereka makin menggigit meski pertahanan Indonesia masih sulit dibongkar.

Lewat serangan balik, Greg Nwokolo sempat mengancam pertahanan Belanda. Namun, sebelum sempat melepaskan tembakan, gerakannya lebih dulu ditutup oleh bek lawan.

Van Persie mendapatkan peluang emas empat menit kemudian. Memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan, bomber Manchester United itu menyudul bola dari jarak dekat, namun masih tipis di atas mistar.

Kiper Indonesia, Kurnia Meiga tampil gemilang dengan menggagalka beberapa peluang emas Van Persie di menit-menit akhir babak pertama. Kiper asal Arema ini mampu mematahkan tembakan jarak dekat Van Persie. Tak berselang lama, dia juga menunjukkan reaksi prima ketika membendung sepakan Wesley Sneijder.

Di awal babak kedua, Belanda memasukkan empat pemain baru, termasuk gelandang Ajax Amsterdam, De Jong. Kebuntuan akhirnya pecah saat laga berusia 57 menit. Umpan silang Schaken dari sisi kanan disambut De Jong dengan sundulan.

Tak lama kemudia, De Jong menggandakan keunggulan Belanda pada menit ke-67. Berawal dari umpan Robben dari kanan, bola disundul Schaken dan De Jong yang berada di tiang jauh dengan mudah menanduk bola ke gawang.

Indonesia juga sempat mendapatkan kesempatan. Andik Vermansah melakukan aksi individu dari tengah lapangan. Dia menggiring bola di sisi kanan dan menusuk ke kotak penalti. Tapi, penyelesaiannya melayang di atas mistar.

Kemenangan Belanda akhirnya ditutup Arjen Robben pada menit ke-89. Pemain yang sukses membawa Bayern Munchen meraih tiga gelar musim ini melakukan aksi individu menawan dari tengah lapangan, mengelabui dua pemain Indonesia, dan menyelesaikan aksinya dengan tembakan keras kaki kiri.***

Susunan Pemain Kedua Tim
Indonesia: Kurnia Meiga, Ricardo Salampessy/Zulkifly Syukur 46, Victor Igbonefo, Toni Sucipto/Hendro Siswanto 72, Raphael Maitimo, M Roby, Immanuel Wanggai/Ahmad Bustomi 46, Ahmad Jufriyanto/Ruben Sanadi 80, Boaz Solossa, Greg Nwokolo/Andik Vermansah 59, Sergio van Dijk/Ian Kabes 67.

Belanda: Jasper Cillesen/Kenneth Vermeer 46, Daryl Janmaat/Dwight Tiendalli 66, Ron Vlaar, Erik Pieters/John Heitinga 46, Miquel Nelom, Jonathan De Guzman, Ruben Schaken, Jens Toornstra, Wesley Sneijder/Siem de Jong 46, Jeremain Lens/Arjen Robben 14, Robin van Persie/Ricky van Wolfswinkel 46.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More