Kamis, 04 Juli 2013

PSPS Kembali Jadi Lumbung Gol


PSPS benar-benar kritis. Jangankan bisa meraih poin, Askar Bertuah malah menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya di Indonesia Super League. Kamis (4/7) kemarin, giliran Arema yang mencatat kemenangan super telak 7-1 atas PSPS di Stadion Kanjuruhan, Malang. Striker naturalisasi Arema, Greg Nwokolo tampil sebagai bintang dengan mencetak empat gol.
Arema langsung menguasai pertandingan sejak menit awal. Namun pasukan Rahmad Darmawan baru bisa mencetak gol pada menit ke-43 lewat penalti Keith Kayamba Gumbs.

Arema semakin percaya diri di babak kedua. Meski PSPS sempat menyamakan skor 1-1 setelah M Isnaini membobol gawang Kurnie Meiga, pesta gol Arema tak terhindarkan. Dimulai pada menit 57 ketika Greg mencetak gol lewat sundulan akurat yang mengelabui kiper PSPS Fance Harinato. Tendangan keras pemain pengganti, Dendi Santoso menambah keunggulan Arema.

Pada menit ke-77, Greg Nwokolo kembali mencetak gol memanfaatkan umpan Wayan Sukadana. Beberapa menit kemudian Greg mencetak hat-trick dan membawa Arema unggul 5-1.

Gol keenam Arema dicetak Kayamba. Pesta gol Arema ditutup gol keempat Greg di menit 83.***

Selasa, 02 Juli 2013

ISG Pindah Lagi ke Palembang


Menteri Pemuda dan Olahraga tampaknya tidak punya pendirian teguh. Setelah memutuskan secara sepihak pemindahan tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG) III dari Riau ke Jakarta, Selasa (27/7) Menpora Roy Suryo kembali mengambil keputusan membingungkan. Bersama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menpora Roy Suryo tiba-tiba mengumumkan ISG dipindahkan ke Palembang, 22 September sampai 1 Oktober 2013.

''Pelaksanaan ISG diputuskan di Palembang Sumatera Selatan. Sebuah provinsi yang secara teknis sudah siap melaksanakan,'' kata Agung Laksono.

Salah satu pertimbangan menunjuk Palembang sebagai tuan rumah karena pemerintah mendorong iven internasional tidak hanya dilaksanakan di Jakarta.

''Di masa yang akan datang iven dari sektor manapun, termasuk juga olahraga bisa diselenggarakan di daerah. Semangatnya sesuai dengan otonomi daerah,'' ungkapnya.

Agung mengungkapan, jika dilihat dari sumber daya yang dimiliki daerah punya kemampuan untuk menggelar iven internasional. ''Maka kami semua sepakat melaksanakan ISG pada 22 September hingga 1 Oktober diselenggarakan di Palembang Sumsel,'' kata Agung.

Sementara itu Menpora Roy Suryo mengatakan, Jakarta awalnya memang akan ditunjuk sebagai tuan rumah ISG. Namun ternyata setelah dinilai, Jakarta belum siap menggelar tiga cabang olahraga yang dipertandingan pada iven olahraga negara-negara Islam tersebut.

''Ada tiga cabang olahraga yang mengalami kendala hampir sama dengan di Pekanbaru. Kalau dipaksakan di Jakarta, tidak mencukupi waktunya. Karena itu akhirnya kami putuskan pindah ke Palembang,'' kata Roy.(int/***)

Senin, 01 Juli 2013

Pekanbaru Simpan Trofi Rida Cup


Riau Pos Group Divisi Regional (Divre) Pekanbaru benar-benar menjadi tim terbaik di ajang Rida Cup. Dari tujuh kali pelaksanaan Rida Cup, lima diantaranya menjadi milik Pekanbaru. Bahkan Pekanbaru berhak memiliki trofi bergilir Rida Cup, karena mampu mempertahkan gelar tiga kali beruntun. Sementara Padang dua kali meraih gelar juara.

Di Stadion Imam Bonjol, Padang Sumatera Barat, Ahad (30/6), Pekanbaru mengalahkan Divre Medan dengan skor 2-1. Gol kemenangan Divre Pekanbaru dipersembahkan Febri Jamil dan Aprinaldi, sementara gol Divre Medan diciptakan Mukti. Divre Pekanbaru sempat ketinggalan lewat penyerang Medan, Mukti yang memanfaatkan kesalahan pemain belakang Pekanbaru. Sampai turun minum babak pertama skor 1-0 untuk keunggulan Medan.

Di babak kedua, Divre Pekanbaru mengubah strategi dengan menyerang total. Hasilnya permainan yang di motori Apriadi, Guntur dan Sunardi sukses membalikkan keadaan dengan balik unggul lewat gol Febri, serta gol penentu kemenangan Apriandi. Apriandi, dalam Rida Cup 2013 ini juga terpilih sebagai pemain terbaik (best player).

Ketua kontingen Pekanbaru, Raja Isyam Azwar menyebutkan dari awal memang sudah memprediksi Divre Pekanbaru juara lagi. ''Tentunya kami sangat bersyukur, bisa mempertahankan gelar juara tiga tahun beruntun,'' ujarnya.***

Brazil Juara Konfederasi 2013


LUAR BIASA. Tampil di Piala Konfederasi dengan skuad yang diragukan banyak pihak, Brazil malah menjadi juara. Di final, Brazil menumbangkan juara dunia, Spanyol tiga gol (3-0) tanpa balas di Stadion Maracana, Senin (1/7). Tiga gol yang sekaligus tuan rumah itu dicetak Fred (dua gol) menit ke-2 dan 47 dan satu gol dari Neymar menit ke-42. Kemenangan ini menjadikan gelar piala konfederasi ketiga beruntun Spanyol, setelah 2005 dan 2009.

Selain kalah, Spanyol juga harus mengakhiri laga dengan 10 orang. Bek tengah, Gerard Pique harus meninggalkan lapangan karena diusir keluar wasit setelah melanggar Neymar.

Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Brazil sudah memimpin 1-0. Dari umpan silang Oscar, bola jatuh di depan gawang dan sembari jatuh Fred menceploskan bola.

Spanyol menciptakan peluang pada menit ke-19. Umpan Andres Iniesta diterima Fernando Torres. Namun sepakan Torres masih melambung.

Brazil malah menggandakan keunggulan 2-0 di menit ke-44. Kerjasama satu dua dengan Oscar diakhiri dengan tendangan kaki kiri Neymar yang tidak bisa dijangkau kiper Spanyol, Iker Casillas.

Saat babak kedua berjalan tiga menit, Brazil kembali mencetak gol. Lagi-lagi lewat Fred.

Spanyol berpeluang memperkecil ketertinggalan, setelah mendapatkan hadiah penalti. Sayang, Sergio Ramos yang ngotot mengambil tendangan gagal menjaringkan bola. Bola tendangannya membentur mistar gawang.

Itu belum cukup, Spanyol semakin dalam tekanan, setelah bek tengah Gerard Pique melakukan pelanggaran keras terhadap Neymar. Akibatnya bek dari Barcelona itupun harus menerima kartu merah.(***

Susunan Pemain
Brazil: 12-Julio Cesar (gk); 2-Dani Alves, 3-Thiago Silva, 4-David Luiz, 6-Marcelo; 17-Luiz Gustavo, 18-Paulinho/8-Hernanes (88'), 11-Oscar; 19-Hulk/23-Jadson (73'), 10-Neymar, 9-Fred/21-Jo (80')

Spanyol: 1-Iker Casillas (gk); 17-Alvaro Arbeloa/5-Cesar Azpilicueta (46'), 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba; 6-Andres Iniesta, 8-Xavi, 16-Sergio Busquets, 13-Juan Mata/22-Jesus Navas (52'); 9-Fernando Torres/7-David Villa (59'), 11-Pedro.

Para Peraih Award Piala Konfederasi 2013


Sukses Brazil menjadi juara Piala Konfederasi semakin lengkap dengan penghargaan yang diterima Neymar dan Julio Cesar. Keduanya sama-sama mendapatkan gelar bergengsi setelah tampil memukau sepanjang turnamen.

 Neymar dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Konfederasi. Penyerang anyar Barcelona tersebut memang tampil ciamik sepanjang turnamen. Di babak penyisihan grup, Neymar selalu mencetak gol. Di partai final, mantan pemain Santos tersebut juga sukses menjebol gawang Spanyol.

 Naymar sukses mengalahkan gelandang Spanyol, Andres Iniesta dan kompatriotnya Paulinho. Iniesta harus puas berada di urutan kedua, sementara Pauliho ada di posisi ketiga.

 Julio Cesar juga tersenyum bahagia. Kiper QPR tersebut dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik. Sepanjang turnamen, mantan kiper Inter Milan tersebut memang tampil luar biasa. Dia hanya kebobolan tiga kali. Salah satu aksi heroic Cesar ialah ketika menggagalkan tendangan penalti Diego Forlan di babak semifinal lalu.

 Spanyol juga kebagian dua penghargaan prestisius. Yakni top skor dan tim paling fair play. Gelar pencetak gol terbanyak direbut striker Fernando Torres yang mengoleksi lima gol sepanjang kejuaraaan.

 Raihan yang dicapai striker Chelsea tersebut sebenarnya sama dengan yang dibukukan juru gedor Brazil, Fred. Namun, Torres berhak menyabet gelar itu karena tampil di sedikit pertandingan. Sementara, Fred selalu menjadi starter bagi Selecao, julukan Timnas Brazil. Fred pun harus puas berada di urutan kedua. Sementara, Neymar nangkring di posisi ketiga dengan koleksi empat gol.(jpnn)

Award Piala Konfederasi 2013
 Pemain Terbaik: Neymar
 Kiper Terbaik  : Julio Cesar
 Top Skor         :             Fernando Torres
 Tim Paling Fair Play  :  Spanyol

Selasa, 25 Juni 2013

PSPS Makin Terpuruk


Belum juga ada tanda-tanda kondisi PSPS akan membaik. Sejak putaran kedua Indonesia Super League 2013 bergulir, klub berjuluk Askar Bertuah ini baru satu kali merasakan kemenangan. Yakni saat mengalahkan Persiwa 1-0 di Stadion Rumbai, Pekanbaru.

Nah setelah itu PSPS terus mengalami penurunan. Setelah kalah super telak 9-1 di Stadion Surajaya Lamongan, PSPS mengalami kekalahan 0-3 dari Persepam Madura United. Dua kekalahan itu mungkin masih bisa dimaklumi karena bertanding di kandang lawan, tapi dua kekalahan terbaru 0-5 dari Persita dan 0-4 dari Persib rasanya sangat mengecewakan. Sebab dua kekalahan ini terjadi di depan pendukung sendiri, Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai.

Ya, Selasa (25/6) PSPS kembali harus mengakui ketangguhan sang tamu, Persib. Empat gol yang bersarang ke gawang PSPS dicetak Kenji Adachihara menit 73, M Ridwan menit 80, gol bunuh diri Gusrifen menit ke-82 dan ditutup gol Sergio van Dijk beberapa menit sebelum laga berakhir.

Dengan kekalahan ini, peluang PSPS untuk keluar dari degradasi semakin tipis. Dengan poin 17 terasa berat untuk melewati garis merah atau zona degradasi.***





Minggu, 23 Juni 2013

Tiga Gelar dari Singapura


Pebulutangkis Indonesia berjaya di Singapura Terbuka 2013. Tim Merah Putih berhasil menggondol tiga gelar dari kejuaraan Superseries tersebut.

 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melengkapi pesta Indonesia. Keduanya sukses merebut gelar juara di nomor ganda putra usai menumbangkan wakil Korea Selatan sekaligus peringkat pertama dunia, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dua set langsung 21-15 dan 21-18 di Singapore Indoor Stadium, Ahad (23/6).

 Sebelumnya, Indonesia sudah memastikan gelar lewat tunggal putra Tommy Sugiarto dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

 Gelar ini juga menjadi rentetan hasil bagus yang dicatat Ahsan/Hendra. Sebelumnya, ganda putra andalan Indonesia ini meraih gelar juara di Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2013. Lawan yang dihadapi juga sama.

 ''Kami memang ingin tampil habis-habisan di kejuaraan ini. Kami bisa mengalahkan lawan yang sama dan berstatus sebagai peringkat pertama dunia. Ini sangat menyenangkan,'' ujar Hendra Setiawan.

  Satu gelar Indonesia lainnya dipersembahkan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Owi/Butet, panggilan akrab keduanya sukses mengalahkan wakil Korsel, Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won dua set langsung 21-12 dan 21-12.***

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More